Cerita Anak

.:: Cerita Anak | Cerita Rakyat | Dongeng Anak ::.

Archive for February, 2010

Feb
22

Piket

Ditulis oleh Kakak Koko

Sejak mulai menyapu tadi wajah Iping nampak muram meskipun ketiga teman putrinya, Ami, Kutik, dan Surti bekerja dengan senang hati. Aris, seorang anggota kelompok piketnya belum juga nampak. Itulah yang menyebabkan hati Iping dongkol. Bahkan dia ingin segera melaporkannya ke wali kelas. Namun Gono, sang ketua kelas mencegahnya.

“Sabar dong, Ping …. Jangan keburu melaporkan,” kata Gono.

“Habis kau tak memperhatikan kemalasan Aris,” kata Iping mulai emosi. Wajahnya nampak memerah. “Seharusnya kau segera melaporkan Aris kalau pagi ini dia tidak piket!”

“Ya, ya, aku tahu maksudmu. Tapi jangan tergesa-gesa,” jawab Gono.

“Okelah. Kalau begitu aku tak usah kerja. Tak ada gunanya!” kata Iping sambil melempar sapunya.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita piket kelas||cerit tentang piket kelas||cerita tentang piket||desain piket kelas||kumpulan cerita anak menggembirakan|
Feb
22

Chin Chin Kobakama0

Ditulis oleh Kakak Koko

Cerita Rakyat Jepang

Ribuan tahun silam, di negeri Jepang, hiduplah seorang wanita cantik nan rupawan. Karena dia istri seorang pedagang besar, maka banyaklah pembantu-pembantunya. Hal itu menyebabkan dirinya sangat malas. Tidak suka bekerja, bahkan kerja ringanpun tidak.

Pada suatu malam, saat sang suami meninggalkannya untuk mengurus dagangan di luar kota, wanita itu terjaga dari tidurnya. Dia terkejut melihat manusia-manusia kerdil bernyanyi dan menari memenuhi tempat tidurnya. Pakaian yang dipakai manusia-manusia kerdil itu sama dengan apa yang dipakai oleh suaminya jika sedang berada di rumah. Masing-masing dari mereka membawa sebilah pedang sepanjang lima sentimeter. Mereka terus bernyanyi dan menari dengan riangnya, ” Kami chin-chin kobakama, kami chin-chin kobakama, malam sudah larut. Tidurlah tuan putri tercinta.”

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita putri malu||cerita dongeng putri malu||legenda putri malu||cerita rakyat putri malu||asal usul putri malu||cerita anak putri malu||asal mula putri malu||cerita tentang putri malu||kisah putri malu||cerita asal mula putri malu|
Label:
Feb
18

Asal Usul Kali Gajah Wong

Ditulis oleh Kakak Koko

Konon menurut cerita yang dimitoskan oleh masyarakat Yogyakarta Selatan, terjadilah suatu peristiwa yang sangat menakjubkan. Yakni terjadinya sungai Gajah Wong pada zaman kerajaan Mataram yang diperintah oleh Raja Sultan Agung.

Kali Gajah Wong adalah sebuah kali yang terletak ditengah-tengah kota kecamatan Kotagede. Panjang kali ini tak lebih dari 20 kilometer.

Pada abad ketujuhbelas, kali ini merupakan kali yang kecil. Masyarakat di situ menyebutnya sebuah kalen, yang artinya kali kecil. Dan kebetulan airnyapun hanya gemercik mengalir sedikit sekali.

Pada suatu hari Sultan memanggil seorang Pawang Gajah.

“Pawang, cobalah kau mandikan gajah itu hingga bersih”.

“Oh…. hamba akan kerjakan kehendak Gusti Sultan,” jawab Pawang.

“Di kali sana, yang airnya bening sekali,” sabda Sultan lagi.

“Demi Sultan, akan segera kukerjakan perintah ini”.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|kali gajah wong||cerita rakyat kali gajah wong||cerita kali gajah wong||legenda kali gajah wong||asal mula kali gajah wong||sungai gajah wong||legenda gajah wong||asal usul kali gajah wong||asal usul kali bening||asal usul kotagede|
Feb
15

Tabungan

Ditulis oleh Kakak Koko

CelenganSinggih tersenyum sendiri. Dia sedang membayangkan betapa senangnya memiliki uang yang jumlahnya puluhan ribu rupiah. Dan tiga hari lagi apa yang dibayangkannya itu pasti akan terwujud. Betapa tidak, tiga hari lagi setelah pembagian raport kenaikan kelas, tabungannya akan dibagikan oleh guru kelasnya. Bahkan semua temannyapun akan gembira seperti Singgih.

Tiga hari adalah waktu yang tak panjang. Namun baginya menunggu hari pembagian tabungan itu rasanya amat lama.

“Kapan kau membuka tabunganmu, Singgih?” tanya ibunya pagi itu ketika Singgih akan ke sekolah.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita menabung||cerita anak tentang menabung||cerita tentang menabung||celengan uang||kartun semua binatang||CERITA tabungan anak||dongeng tentangmanfaat menabung||cerpen anak tabungan||dongeng anak tentang menabung||cerpen tentang tabungan|
Label:
Feb
12

Harimau dan Kerbau

Ditulis oleh Kakak Koko

Cerita Rakyat Lombok

Dahulu kala, di suatu padang kering dan tandus hiduplah seekor kerbau kurus. Karena hampir tiap hari tak mendapatkan rumput, maka kerbau itu pergi ke padang yang lain. Sampailah dia ke padang dimana banyak rumputnya. Hatinya gembira melihat rumput hijau itu.

“Nah, inilah makananku,” gumamnya sendiri dan tersenyum.

Tapi tiba-tiba muncullah seekor harimau besar menghadangnya. Lalu dia berkata, “O, tidak mudah kau ambil makan di sini kecuali sudah mendapat ijinku.”

“Kalau begitu ijinkanlah aku memakannya,” pinta kerbau.

“Silakan, asal kau mau memberikan sesuatu padaku,” jawab harimau. “Sebab setiap siapa datang kemari untuk makan rumput pasti berjanji akan memberikan sesuatu untukku. Bagaimana kalau kau besok memberikan hatimu kepadaku?”

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|dongeng harimau yang malang||dongeng harimau||cerita kerbau dan kambing||cerita anak harimau||dongeng binatang harimau||cerita harimau||rumput kartun||cerita tentang harimau||cerita sapi dan kerbau||dongeng kerbau dan kambing|
Label:
Feb
12

Mengapa Kucing Selalu Ingin Menangkap Tikus ?

Ditulis oleh Kakak Koko

Kartun Kucing TikusKonon berabad-abad yang silam, Dewa di Sorga mengumpulkan semua binatang yang ada di dunia ini.

“Hai semua binatang! Akan kupilih sebanyak dua belas diantara kalian untuk mengatur dan melindungi dunia. Masing¬masing akan memperoleh kekuasaan selama satu tahun. Apabila diantara kalian menghendaki, datanglah ke istanaku pada hari keduabelas bulan pertama. Keduabelas diantara kalian semua yang datang pertama akan dipilih,” kata Dewa Surga.

Semua binatang menunggu dengan gembira datangnya hari keduabelas bulan pertama itu. Sayang sekali Kucing sangat pelupa dan tak ingat hari keberapa yang dikehendaki Dewa Sorga. Dia mondar-mandir kesana-kemari.

“Kapan kita pergi ke istana Dewa, kawan?” Tanya Kucing kepada Tikus.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita kucing dan tikus||cerita tikus dan kucing||cerita rakyat kucing dan tikus||kucing kartun||kisah kucing dan tikus||cerita kucing dan harimau||kartun kucing||cerita kucing||CERITA TIKUS||kucing dan tikus|
Label: , ,
Feb
11

Kera Yang Licik dan Kejam

Ditulis oleh Kakak Koko

Kera sangat senang hidup bersama ketam, karena ketam sangat menurut kepadanya. Ketam mudah sekali ditipunya. Selain itu ketam tidak berani rnelawannya.

Pada suatu ketika mereka berdua bersama-sama mencari makan. Kera mendapatkan biji buah jambu. Sedangkan ketam mendapatkan sepotong kue, sisa makanan seorang pemburu.

“Sahahatku ketam, kue itu hanya sekali saja kau dapat. Setelah kau makan, maka habislah kuemu,” kata kera sambil melirikkan matanya kearah kue yang dipegang ketam.

“Tapi biji jambu ini bisa ditanam dan akan berbuah hanyak. Habis kita petik tidak lama kemudian akan berbuah lagi. Begitulah seterusnya. Bagaimana kalau kita bertukaran saja, sahabat ?”

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|ceritaanak com||cerita anak tentang lebah||kera yang licik||cerita dongeng lebah||cerita licik||dongeng lebah||dongeng siput dan ketam||DONGENG TENTANG LEBAH||dongeng anak kera||cerita dongeng siput|
Feb
11

Kisah Putri Duyung

Ditulis oleh Kakak Koko

Tersebutlah seorang raja laut yang ditinggalkan oleh permaisurinya. Maka hidupnya hanya ditemani oleh enam orang putrinya dengan diasuh oleh seorang neneknya.

Neneknya membuat perraturan, bahwa hanya jika sudah berusia lima belas tahun cucunya boleh muncul ke permukaan laut melihat dunia manusia.

“Kenapa harus begitu, Nek?” tanya seorang cucunya.

“Begitulah, agar kalian nampak cantik dilihat oleh manusia di daratan,” jawab neneknya.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita anak||cerita putri duyung||dongeng putri duyung||legenda putri duyung||cerita dongeng putri duyung||kisah putri duyung||cerita dongeng putri||dongeng putri malu||cerpen putri duyung||cerita rakyat putri duyung|
Feb
11

Calon Ketua Kelas

Ditulis oleh Kakak Koko

Udara pagi sejuk sekali. Sinar mentari menyinari alam dengan ceria. Seceria anak-anak yang akan memasuki kelas baru, kelas enam,kecuali Iping karena dia sendirilah yang tak naik kelas.

Setiba di sekolah mereka masih menunggu dua puluh menit lagi untuk masuk kelas. Kini mereka masih asyik berbincang-bincang, berbicara tentang pengalaman mereka selama liburan. Akhirnya tak terasa perbincangan mereka sampai pula pada pemilihan ketua kelas.

“Sebaiknya hari ini kita mengadakan pemilihan ketua kelas,” Annas mengajukan usulnya di tengah kerumunan teman-temannya.

“Aku setuju,” dukung Yunan.

“Apa alasanmu, Yun?” kejar Budi.

Baca cerita ini selengkapnya »

Tags

|cerita tentang pemilihan ketua kelas||pemilihan ketua kelas||CERITA ANAK TENTANG NAIK KELAS||cerita pemilihan ketua||cerita untuk anak-anak memberi salam||ketua kelas||ketua kelas di sekolah||pemilihan ketua kelas di sekolah|