Cerita Anak

.:: Cerita Anak | Cerita Rakyat | Dongeng Anak ::.

Mar
02

Seperti Tumbuhan Padi

Ditulis oleh Kakak Koko

Sepatu belum dilepas. Pakaian seragam sekolahnyapun belum juga diganti. Tas dilempar di tempat tidurnya. Sigit langsung membantingkan dirinya sambil menggerutu dengan wajah cemberut. Emosinya meledak.

Itulah sebabnya, maka ibunya memasang telinga di muka pintu Sigit. lngin mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi pada anak tunggalnya itu.

“Prok! Prok!” suara di dalam kamar itu mengejutkan ibu Sigit.

“Ada apa sih, Git?” tanya ibu Sigit dari balik pintu kamar.

Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

“Keluarlah nak…..!” pinta ibu Sigit halus.

Itupun tak dijawab oleh Sigit.

“Sebaiknya sepulang sekolah kamu cuci tangan dan makan dulu, Git…”

Tetap tidak ada sautan. Hal itu menyebabkan ibu Sigit geleng-geleng kepala dan akhirnya berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.

Jam menunjukkan pukul lima sore ketika Sigit selesai mandi. Kini wajahnya tak secemberut siang tadi. Apa lagi tak lama kemudian Dullah
datang membawa buah duku.


“Manis juga ya….” ujar Sigit sambil mengunyah duku.

“Mau yang masam?” kelakar Dullah.

“Nggak, ah….”

Ditengah-tengah keasyikan itu tiba-tiba ibu Sigit mendekatinya.

“Nah, hegitu dong, susah itu tak ada gunanya, bukan?” kata ibu Sigit.

“Benar nggak, Git! Dul…! Oya, sebenarnya ada kejadian apa sih, Dul, siang tadi? Sepulang sekolah Sigit mengunci kamar menggerutu tak ada habisnya.”

Dua anak itu berpandang-pandangan. Dullah berpikirĀ¬pikir.

“Apa sih, Git?” bisik Dullah kepada Sigit.

“Ridwan! Murid baru tadi!” jawab Sigit berbisik pula. Dullah jadi ingat.

“Oya bu, di kelas kami ada seorang murid baru. Ridwan namanya. Dia berasal dari desa. Dia pendiam tak banyak omong. Penakut barangkali. Oleh karena itulah maka Iping selalu menyindirnya, mana anak udik! Anak tak becus dan sebagainya. Tetapi Ridwan tak marah sedikit pun. Namun di balik itu semua, dia cerdas sekali. Tadi ketika ulangan matematika dia mendapat nilai sepuluh. Bayangkan, bu! Padahal lainnya paling tinggi hanya mendapat tujuh. Termasuk Sigit yang biasanya mendapat nilai paling baik. Namun kali ini ada yang mengungguli.”

Sigit menunduk.

“Itukah yang menyebabkan siang tadi kau cemberut, Git?” desak ibu Sigit. “Itu keliru. Seharusnya teman baru yang lebih pandai harus bersyukur. Bahkan dapat kalian manfaatkan. Kalian harus banyak belajar dari dia, agar nilai-nilaimu nanti dapat lebih baik. Lebih dari itu ibu yakin dia mesti anak baik. Tidak sombong. Tidak suka menonjolkan kepandaiannya. Ibarat tumbuhan padi. Menunduk karena berisi. Nah, kalian harus meniru ilmu padi itu.”

Sigit dan Dullah saling berpandangan. Mereka mengerti maksud ibu Sigit.

“Baiklah, bu,” ucap Sigit tersendat.

“Kapan-kapan kita belajar bersama ke rumahnya,” sambung Dullah. “Karena memang ujian sudah dekat.”

“Tentu!” jawab Sigit.***

Tags

|cerita tumbuhan||cerita tentang tumbuhan||DONGENG TUMBUHAN||dongeng tentang tumbuhan||cerita anak tentang tumbuhan||cerita tentang tanaman||cerita anak tentang tanaman||cerpen tentang tumbuhan||tumbuhan padi||gambar kartun kucing|
  1. stella Said,

    crt norak

  2. Ninda Said,

    Mampirrr….

  3. wani Said,

    korang orang indonye…….

  4. irkham Said,

    yah lumayan :)

  5. difha Said,

    children’s story is pretty good! I like it :D

  6. difha Said,

    :p

  7. difha Said,

    good job”s :p

  8. DEWI Said,

    Q SUKA CERITA NYA SAMPAI Q MAU JADIIN CERITA DI PR KOMPUTER DI SEKOLAHAN

  9. DEWI Said,

    :D

  10. Ricky Said,

    sipp

  11. Ricky Said,

    Good Luck!!!!

  12. nolla Said,

    goood

  13. Indah Said,

    lumayan bagus deh:p

  14. lila Said,

    ceritanya okeee ;)

  15. irkhana cantik Said,

    ok ok ok gak lucu tp seru :)
    trims

  16. putra dwi hartono Said,

    kakak cerita ini menceritakan tentang apa sih kak???

  17. putra dwi hartono Said,

    ?_?

  18. maria Said,

    mantappp I LIKE IT ! (Y)

  19. Hales Said,

    Bagus. Mendidik. Lanjutkan !!! :)

  20. nury fitria amil atul s Said,

    wah lucu sekali cerita anak itu

  21. dilha Said,

    mntpp :)

  22. nia_widhy Said,

    jelek banget cerita nya!!!!

  23. nia_alie Said,

    (n)

  24. nia_osama Said,

    :( ((

  25. satsuka Said,

    ceritanya nggak begitu seru sih tapi, gooooddddd :) :P

  26. fika Said,

    Ceritanya ngak seru..

  27. wahyu Said,

    truz gw hruz bilang wao gitu

  28. michelle Said,

    cerita nya bagus dan juga bisa memberikan pelajaran yuntuk kita yang bagus yaitu kita bisa belajar dARI ORANG LAIN

  29. icha_helwa Said,

    ceritanya kurang seru ka……………………………….k ??????????

  30. yusfani Said,

    sipp dah B-)

  31. adila megasih Said,

    Di situs ini, aku ingin mencoba mengirim salah satu karya ceritaku. Tapi, bagaimama caranya? Kalau aku udah coba kirim, tolong di muat ya :-)

  32. maysela Said,

    cerita nya ba,,,,,,,,,,,,,,,,gussssssssssssssssssssssssssss sekaliiiiiiiiiiiiiiii

  33. salwa salsabila Said,

    bagusss

  34. Alldy Said,

    jangan cuma bisanya pada menghina cerita orang,
    seharusnya kalian mikir terlebih dahulu,belum tentu kalian bisa membuat cerita seperti itu,

    tugas disekolah aja masih menyontek sama temen,hargain dong kaya temen kita,belajar menghargain orang lain

  35. aufa Said,

    wooooooooowwwwww…..menariiiiiiik…banget ceritanya,….

  36. ilfa Said,

    bagus banget ceritannya aq sukaaaa
    cerita itu juga bisa mendidik

  37. Alif Ananda Said,

    Cerita Nya sangat Mendidik

  38. revikka safitri Said,

    rinkasannya manna kok gak adda ?

  39. noeslen Said,

    boleh juga nieh cerita

  40. princess Said,

    uuhh.. kayakny kurang bikin orang penasaran.. tapi good-lah… :D

  41. CERITA ANAK 5 « DUNIA ANAK…. Said,

    [...] CERITA ANAK 5 15 Dec Seperti Tumbuhan Padi [...]

  42. sely manis Said,

    Cerita sederhana tapi saaangat….sangat bisa terjadi di sekita adek2. Karenanya saaaangat…..sangat bisa jadi pelajaran Dan contoh buat adek2….good job….

  43. sely manis Said,

    Perlu diingat, ini adalah cerita untuk pembentukan karakter. Sasarannya sekitar umur sd, paling Ga sampai kelas 4 atau 5. Jadi, jangan dibandingin sm cerita Sidney sheldon, yaaa….

  44. Jasmine Said,

    Jangan cuma bs menghina dong. Jangan asal berpendapat kita harusnya bs lbh menghargai. Ceritanya bagus mengajak kita untuk tdk iri terhadap orang lain.

Silakan beri komentar adik-adik